Eks Dirut Petral Bambang Irianto Tersangka Suap Kasus Mafia Minyak

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Laode M Syarif memberi keterangan pers penetapan tersangka eks petinggi Pertamina Energy Service Pte. Ltd (PES) Bambang Irianto dalam kasus suap perdagangan migas, Selasa (10/9). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menetapkan eks Direktur Utama Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Bambang Irianto (BTO) sebagai tersangka kasus mafia minyak dan gas (migas).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/9) siang. Bambang menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang saat menjabat Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd (PES) periode 2009-2013. PES adalah anak perusahaan Petral.

"KPK menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni BTO," ujar Laode.

Bambang saat itu menjabat Vice President (VP) Marketing PES yang bertugas melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah ini diikuti oleh perusahaan minyak nasional, Refinery, maupun trader.

Namun Bambang, ujar Laode, malah membantu mengamankan jatah alokasi kargo minyak Kernel Oil Pte Ltd yang bermarkas di Singapura dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, Bambang diduga telah menerima suap sedikitnya 2,9 juta dollar AS, sekitar Rp 40,7 miliar dengan kurs sekarang, selama periode 2010-2013. Suap dikirim ke rekening SIAM, perusahaan milik Bambang.

"Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri," kata Laode.

Atas perbuatannya Bambang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top