Siang Nanti KPK Gelar Jumpa Pers Ungkap Mafia Migas

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menemukan dugaan praktik mafia minyak dan gas (migas). Kasus ini tengah didalami KPK setelah Presiden Jokowi resmi membubarkan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) pada Mei 2015. Kebijakan ini sebagai bagian dari perang pemerintah terhadap mafia migas.

"KPK melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri fakta-fakta hukum praktik mafia di sektor migas. Hingga saat ini KPK telah memulai proses penyidikan terkait hal tersebut," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (10/9).

Febri menambahkan, informasi detail tentang perkara yang tengah disidik ini akan diungkapkan siang nanti melalui konferensi pers.

"Informasi tentang perkara tersebut akan kami sampaikan pada publik siang ini, Selasa, 10 September 2019, di Gedung KPK," katanya.

Wacana pembubaran Petral muncul pertama kali pada 2006, di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, perusahaan yang bermarkas di Singapura tersebut rencanya digantikan oleh Integrated Supply Chain (ISC) yang dikomandoi Sudirman Said. Namun rencana itu tak berhasil karena ‘kuatnya’ Petral. Bahkan Sudirman Said terpental dari ISC.

Menteri BUMN Dahlan Iskan pada 2012 menggulirkan kembali wacana pembubaran Petral karena disinyalir tempat tumbuh suburnya praktik mafia migas. Ini terkait temuan indikasi korupsi dan permainan kotor sejumlah oknum dalam impor minyak. Namun hingga lengser dari jabatannya, Dahlan gagal membubarkan anak perusahaan PT Pertamina itu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top