Status Cekal Raja Batubara Samin Tan Diperpanjang

publicanews - berita politik & hukumPemilik Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk (BLEM) Samin Tan. (Foto: The Telegraph)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mencekal pemilik Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk (BLEM) Samin Tan dan Direktur BLEM Nenie Afwani ke luar negeri. Sebelumnya keduanya juga telah dicegah selama enam bulan lalu, yakni 26 Maret 2019-14 September 2019.

"Mereka dilarang ke luar negeri selama 6 bulan ke depan terhitung 5 September 2019," ujar Kabur Humas KPK melalui pesan singkat, Senin (9/9).

Febri menambahkan, keduanya dilarang ke luar negeri dalam proses penyidikan dugaan memberi hadiah atau janji kepada eks anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam kasus pengurusan Terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Terminasi kontral PT Asmin Koalindo Tuhup, anak perusahaan BLRM) bermasalah di Kementerian ESDM.

Samin Tan, yang dikenal sebagai 'Raja Barubara' diduga menyuap Eni Rp 5 miliar untuk membantu pengurusan terminasi PKP2B tersebut.

Bos Borneo Lumbung Energi Samin Tan Diperiksa Sebagai Tersangka

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan dan mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM.

Atas jasanya, politisi Golkar itu meminta uang kepada Samin untuk keperluan suaminya Muhammad Al Khadziq yang tengah mengikuti pilkada di Temanggung, Jawa Tengah.

Samin Tan disangkakan KPK melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top