Suap Pembelian Pesawat

KPK Panggil Eks Dirut Citilink Albert Burhan Untuk Kasus Garuda

publicanews - berita politik & hukumMantan Dirut PT Citilink Indonesia Albert Burhan. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Dirut Citilink Albert Burhan dimintai keterangan kasus dugaan suap pembelian 50 unit pesawat Garuda Indonesia yang menjerat Emirsyah Satar.

"Dipanggil sebagai saksi untuk ESA," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (9/9)

Albert dipanggil dalam kapasitasnya sebagai VP Treasurt Management PT Garuda Indonesia 2005-2012. Selain Albert, KPK juga memanggil dua mantan pejabat Garuda lainnya. Mereka adalah VP Aircraft Maintenance Managament Barata Silaban dan VP Corporate Planning Setijo Awibowo.

Kemudian empat pegawai maskapai penerbangan pelat merah itu, yakni Rajendra Kartawiria, Victor Agung Prabowo, Rudyat Kuntarjo, dan Widianto Wiriatmoko.

Dalam kasus ini, KPK menduga Emir menerima suap dari Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner Connaught International Pte Ltd. sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dollar AS.

Emirsyah dan Soetikno juga ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam kasus TPPU ini, KPK juga menersangkakan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia periode 2007-2012 Hadinoto Soedigno.

KPK mendalami kasus TPPU ini setelah menemukan sejumlah dugaan pemberian uang dari Tikno ke Emir dan Hadinoto untuk membayar pembelian aset, antara lain rumah mewah hingga uang di rekening luar negeri. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top