Jual Beli Jabatan

Dalami Suap Cicilan Mobil Terrano, KPK Panggil Ajudan Bupati Kudus

publicanews - berita politik & hukumBupati Kudus Muhammad Tamzil seusai pmeriksaan kasus jual beli jabatan, 27 Juli 2019. (Foto:Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ajudan Bupati nonaktif Kudus Muhammad Tamzil, Uka Wisnu Sejati, diperiksa KPK untuk kasus yang menjerat bosnya. Tamzil adalah tersangka kasus dugaan menerima hadiah atau janji dalam pengisian perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kudus.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitas saksi untuk tersangka MTZ (Muhammad Tamzil)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (3/9).

Kasus ini terjadi ketika Pemkab Kudus membutuhkan pengisian jabatan di tingkat eselon dua untuk empat instansi. Keempat dinas tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Pada awalnya Bupati Tamzil meminta Agus mencarikan uang Rp 250 juta untuk pembayaran mobil Terrano-nya. Agus pun berkoordinasi dengan ajudan bupati Uka Wisnu Sejati terkait siapa yang akan dimintai uang.

Hingga akhirnya ajudan teringat bahwa Akhmad Sofyan sempat meminta agar membantu karirnya. Sang ajudan lalu menemui Sofyan menyampaikan Bupati Tamzil butuh Rp 250 juta. Ahmad Sofyan pun menyanggupinya.

Tamzil dan Agus sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11‎ Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap, Akhmad Sofyan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top