Polda Metro Jaya Tak Hadir dalam 4 Sidang Praperadilan Kivlan Zen

publicanews - berita politik & hukumKivlan Zen didampingi kuasa hukum saat menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/5). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polda Metro Jaya tidak hadir dalam sidang gugatan praperadilan yang diajukan eks Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Sedianya, sidang perdana digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (23/8) ini.

"Kami akan panggil pihak Polda Metro Jaya untuk hadir di sidang selanjutnya," kata Hakim Tunggal Dedy Hernawa kepada kuasa hukum Kivlan di ruang sidang.

Dedy memutuskan sidang diundur pada Jumat (30/8 pekan depan. Ia memerintahkan juru sita pengganti untuk memanggil kembali Polda Metro Jaya sebagai pihak termohon yang mangkir.

Hari ini sebenarnya ada empat kasus yang diajukan oleh Kivlan Zen terhadap Polda Metro jaya. Sidang pertama dengan nomor perkara 96/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel dengan gugatan penahanan Kivlan Zen dinilai tidak sah.

Kemudian, sidang dengan permohonan gugatan tidak sahnya penyitaan barang bukti dengan nomor perkara 97/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel. Sidang ketiga dengan gugatan tidak sahnya penetapan tersangka dengan nomor perkara 99/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel.

Terkhir, sidang dengan permohonan gugatan tidak sahnya proses penangkapan Kivlan Zen degan nomor perkara.98/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel.

Kivlan menjadi tersangka dalam kasus makar dan kepemilikan senjata ilegal untuk rencana pembunuhan tokoh nasional. Sejak kemarin, status Kivlan menjadi tahanan Kejaksaan setelah berkas kasus kepemilikan senjata api ilegal dinyatakan lengkap.

Kapuspenkum Kejagung Mukri dalam keterangan tertulis, Kamis kemarin, mengatakan berkas perkara Kivlan dan pengusaha Habil Marati sudah lengkap dan akan segera dimejahijaukan.

Kivlan tetap ditahan Rutan Guntur, Pomdam Jayakarta, sedangkan Habil ditahan di Rutan Salemba. Penahanan untuk 20 hari ke depan hingga dilimpahkan ke penagdilan untuk proses penuntutan.

Habil Marati menjadi tersangka penyandang dana upaya pembunuhan terhadap empat tokoh nasional. Ia diduga memberikan uang kepada Kivlan Zen sebesar 15 ribu dolar Singapura atau senilai Rp 150 juta. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top