Suap Perizinan Meikarta

Deddy Mizwar Dimintai Keterangan untuk Bekas Anak Buah

publicanews - berita politik & hukumMantan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan terbitnya Raperda RDTR Bekasi 2017, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/8). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua kali mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dipanggil KPK untuk kasus dugaaqn suap perizinan Meikarta. Kali ini Deddy dimintai keterangan untuk bekas anak buahnya, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa.

Deddy yang tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada pukul 10.42 WIB, mengatakan ia akan memberikan informasi pada penyidik sesuai pengetahuannya.

"Ya diminta jadi saksi atas tersangka Iwa Karniwa ya dalam persoalan Meikarta. Ya insya Allah kita berikan seseuai yang kita tahu," ujar Dedd sebelum masuk ke lobi, Jumat (23/8).

Mengenai lahan yang diiizinkan oleh Pemprov Jabar untuk proyek mewah di bawah Lippo Group itu, kata Deddy, hanya 84,6 hektar.

"Kan sudah selesai yang 84,6 hektar, sudah selesai, dan itu hak mereka. Yang jadi persoalan kan Raperda, Raperda Perubahan Tata Ruang. Enggak tahu saya juga," Deddy menjelaskan.

Aktor kawakan itu menegaskan ia tidak tidak mengetahui peran Iwa dalam proyek properti di Cikarang, Kabupaten Bekasi, itu. Ia hanya tahu Iwa menjadi tersangka melalui media massa.

Selain pemeran Naga Bonar itu, KPK juga memanggil dua saksi lainnya. Mereka adalah Support Service Project Management PT Lippo Cikarang Edi Triyanto dan karyawan Lippo Cikarang Satriyadi.

Iwa adalah tersangka kasus dugaan suap pembahasan substansi Rancangan Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi 2017. Perda tersebut diperlukan Lippo Group untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta. Uang yang diterima Iwa dari Neneng Rahmi Nurlaili berasal dari PT Lippo Cikarang, anak perusahaan yang dipimpin taipan James Tjahja Riady.

KPK menetapkan Iwa sebagai tersangka baru bersama mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto. Keduanya menyusul 7 pejabat Pemkab Bekasi dan 4 orang dari Lippo Group yang telah menjani pidananya masing-masing. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top