OTT Jaksa

Dari Solo, KPK Lanjut Geledah Kantor Dinas PUPK Yogyakarta

publicanews - berita politik & hukumPetugas KPK mengamankan barang bukti dalam penggeledahan Lantor PT Mataram di Jalan Mawar Timur 2, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Solo, Kamis (22/8) dini hari. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hari ini KPK melakukan penggeledahan di dua lokasi untuk mendalami kasus dugaan suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta.

"Saat ini tim KPK sedang melakukan penggeledahan di Dinas PUKP dan BLP Kota Yogyakarta," ujar Jubir KPK Febri Diansyah dalam pesan singkatnya, Kamis (22/8).

Kemarin, kata Febri, Tim KPK juga melakukan penyisiran di dua lokasi di Solo, Jawa Tengah. Kedua lokasi adalah Kantor PT Kusuma Chandra dan Kantor PT Menara Artha Mandiri (Mataram). "Sejumlah dokumen terkait proyek disita dari lokasi," Febri menambahkan.

KPK melalukan oeprasi tangkap tangan di dua kota tersebut pada Senin (19/8) lalu. Diduga, jaksa Eka Safitra dari Kejaksaan Negeri Yogyakarta kongkalingkong dengan pemenang lelang proyek goro-gorong di Jalan Soepomo, Yogyakarta. Eka juga anggota Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat Daerah (TP4D) Yogyakarta yang mengawasi proyek tersebut.

Jaksa Eka Safitra Atur Lelang Agar Perusahaan Penyuap Menang

Selain Eka, KPK juga menetapkan tersangka kepada Jaksa Satriawan dari Kejari Surakarta atas dugaan menerima suap. Tersangka penyuapnya adalah Direktur Utama PT Mataram Gabriella Yuan Ana.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Eka dan Satriawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu Gabriella disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top