Suap Barang Mewah Bupati Talaud, Pengusaha Bernard Dituntut 2 Tahun

publicanews - berita politik & hukumPengusaha Bernard Hanafi Kalalo. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa KPK menuntut pengusaha Bernard Hanafi Kalalo, penyuap Bupati nonaktif Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya Majelis Hakim menyatakan terdakwa Bernard Hanafi Kalalo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Nanang Suryadi saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/8).

Jaksa menyatakan terdakwa Bernard terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Bernard, menurut Jaksa Nanang, terbukti memberikan suap kepada Sri Wahyumi total Rp 591 juta. Rinciannya adalah uang Rp 100 juta, 1 unit telepon selular satelit merek Thuraya beserta pulsa senilai Rp 28 juta, tas tangan merek Channel senilai Rp 97,36 juta, dan tas tangan merek Balenciaga seharga Rp 32,995 juta.

Bupati Talaud Sebut Tas Mewah Bukan Suap, Tapi Ungkapan Simpati

Kemudian jam tangan Rolex senilai Rp 224,5 juta, cincin merek Adelle Rp 76,925 juta dan anting Adelle Rp 32,075 juta. Sehingga total pemberian Bernard kepada Sri Wahyuni mencapai Rp 591 juta.

Tujuan pemberian hadiah tersebut adalah agar Sri Wahyumi membantu memenangkan perusahaan Bernard memenangkan lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo Tahun Anggaran 2019. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top