Jual Sate Babi, Pasutri di Padang Dihukum 3 tahun

publicanews - berita politik & hukumPasutri Bustami dan Evita divonis bersalah menjual sate babi di Padang. (Foto: haluan)
PUBLICANEWS, Padang - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padang menjatuhkan hukuman pada pasangan suami istri (pasutri) Bustami dan Evita, masing-masing 2 dan 3 tahun. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melanggar UU Perlindungan Konsumen.

"Pelaku memproduksi dan memperdagangkan barang tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket, atau keterangan barang dan/atau jasa'," ujar Ketua Majelis Agus Komarudin, seperti dilansir laman Mahkamah Agung, Selasa (20/8). Agus didampingi hakim anggota Gutiarso dan Lifiana Tanjung.

Hakim menyatakan keduanya terbukti melanggar pasal 62 (1) Juncto pasal 8 ayat (1) huruf a dan d Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Perbuatan para terdakwa, hakim menjelaskan, telah membuat resah dan melukai hati orang Sumatera Barat (Sumbar). Dimana masyarakat Minangkabau menjunjung tinggi adat basandi sarak, sarak basandi kitabulah.

Sate Padang Daging Babi, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Evita dihukum lebih berat karena berperan membeli daging babi, sedangkan suaminya tidak terlibat langsung. Mereka dipersalahkan karena memperjualkan produk makanan yang bercampur daging babi tetapi tidak mencantumkan label pada dagangannya.

Kasus ini bermula dari pasutri ini yang menjual sate Padang di Kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, dengan nama toko KMSB. Warga yang mencurigai adanya campuran daging babi melaporkan ke Dinas Perdagangan Padang.

Hasil uji laboratorium forensik terhadap sate yang dijual Evita, dipastikan positif mengandung substansi dari hewan babi. Pasutri Bustami dan Evita sempat kabur ke Bekasi sebelum diamankan petugas pada Mei 2019 lalu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top