KPK Geledah Kantor dan Rumah Penyuap Nyoman Dhamantra

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali mendalami bukti-bukti kasus dugaan suap impor bawang putih dengan melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Kali ini, Senin (19/8), penyisiran berlangsung di PT Cahaya Sakti Agro (CSA) di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

CSA adalah perusahaan milik tersangka Chandry Suanda alias Afung. KPK juga menggeledah rumah Afung di Jelambar Jaya, Jakbar. Hingga saat ini penggeledahan masih berlangsung.

"Dari proses penggeledahan ini diamankan sejumlah dokumen terkait impor bawang putih dan barang bukti elektronik," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat.

KPK telah melakukan penggeledahan sejak 9 Agustus 2019 kemarin total di 19 lokasi. Berikut sejumlah lokasi yang telah digeledah KPK.

Jumat, 9 Agustus 2019: 2 lokasi di Jakarta.
Sabtu, 10 Agustus 2019: 3 lokasi di Bekasi dan Jakarta.
Senin, 12 Agust 2019: 3 lokasi di Jakarta, termasuk ruang Dirjen di Kantor Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Selasa, 13 Agustus 2019: 3 lokasi di Jakarta.
Rabu, 14 Agustus 2019: 5 lokasi di Jakarta, Bogor dan Bandung.
Jumat, 16 Agutstus 2019: 3 lokasi di Bali dan Solo (rumah Dhamantra di Kertabumi, Denpasar, Bali; di Karanganyar; Kantor Indocev di Gran Mall Solo)

"Sehingga total penggeledahan telah dilakukan tim di 21 lokasi pada 6 kota, yaitu: Jakarta, Bogor, Bekasi Bandung, Denpasar dan Solo," ujar Febri.

KPK menetapkan politikus PDIP itu bersama lima orang lainnya, yakni Mirawati Basti dan empat pihak swasta Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Dalam kasus ini, Dhamantra diduga meminta fee Rp3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementrian Perdagangan (Kemendag). Keduanya terlebih dulu bertemu Mirawati serta swasta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.

Dalam kesepakatan itu, Dhamantra mematok komitmen fee Rp 1.700-Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara itu, kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.

Dhamantra diduga baru menerima uang Rp 2 miliar dari kesepakatan itu. Uang itu diterimanya melalui rekening transfer money changer.

Chandry, Doddy, dan Zulfikar sebagai penyuap disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Dhamantra, Mirawati, dan Elviyanto sebagai penerima sogokan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top