KPK Panggil Corporate Expert Garuda untuk Kasus Penucian Uang Emirsyah

publicanews - berita politik & hukumEmirsyah Satar. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Corporate Expert PT Garuda Indonesia Friatma Mahmud dimintai keterangan KPK sebagai saksi eks Dirut Garuda Emirsyah Satar. Kasus yang menjerat Emir adalah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA," ujar Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (19/8)

Selain Friatma, KPK juga memanggil Andre Rahadian, advokat dari Hanafiah Ponggawa & Partners. Lalu Sandrani Abubakar, saudara almarhumah dari Sandrina Abubakar, istri Emir.

Emir adalah juga tersangka dugaan menerima suap dari Rolls-Royce melalui benefecial owner Connaught International Soetikno Soedarjo. Suap perusahaan mesin otomotif dan mesin pesawat dari Inggris itu senilai 54 juta dollar AS.

Suap terjadi selama Emir menjabat Dirut Garuda, periode 2005 hingga 2014. Emir juga disinyalir menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.

Uang suap kemudian dibelikan, antara lainb, rumah di Pondok Indah senilai Rp 5,79 miliar. Emir juga mentransfer ke rekening perusahaannya di Singapura sebanyak 680 ribu dollar AS dan 1,02 juta Euro. Termasuk, melunasi apartemennya di Singapura seharga 1,2 juta dolar Singapura.

KPK menjerat Emir dan Tikno dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top