Emirsyah dan Soetikno Diperiksa Untuk Kasus Pencucian Uang

publicanews - berita politik & hukumEmirsyah Satar saat resmi ditahan KPK (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar akan dimintai keterangan sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus ini merupakan pengembangan dugaan suap pengadaan 50 unit pesawat Garuda jenis Airbus A330-300 bermesin Rolls-Royce.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus TPPU," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Selasa (6/8).

Selain Emirsyah, penyuapnya yakni mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo juga akan diperiksa untuk kasus yang sama. "SS juga akan diperiksa sebagai tersangka," Yuyuk menambahkan.

Dalam kasus suap pembelian 50 unit pesawat ini, Emir dan Tikno diduga menerima suap dari Rolls-Royce. Nilainya mencapai 54 juta dollar AS, baik dalam bentuk transfer maupun aset.

Perusahaan mesin pesawat asal Inggris itu menyuap Emir melalui Connaught, milik Tikno. Suap diduga terjadi selama Emir menjabat Dirut Garuda pada 2005 hingga 2014. Emir juga disinyalir menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.

Emir diduga membeli rumah di Pondok Indah senilai Rp 5,79 miliar dari hasil suap. Ia juga mengirimkan uang ke rekening perusahaannya di Singapura sebanyak 680 ribu dollar AS dan 1,02 juta Euro. Termasuk, melunasi apartemennya di Singapura seharga 1,2 juta dolar Singapura.

KPK menjerat Emir dan Tikno dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top