Suap Penganan Perkara

KPK Surati Jaksa Agung Untuk Hadirkan 6 Jaksa Saksi Kasus Agus Winoto

publicanews - berita politik & hukumMantan Aspidum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK meminta Kejaksaan Agung untuk menghadirkan 6 orang saksi kasus suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada Kamis (15/8) besok. Sebagai bentuk koordinasi, KPK telah mengirimkan surat ke Jaksa Agung M Prasetyo sejak Senin (5/8).

Pemanggilan saksi ini terkait dengan kasus yang menjerat (eks) Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta Agus Winoto.

"Sebagai bentuk koordinasi antarinstitusi, KPK menyurati Jaksa Agung untuk bantuan menghadirkan saksi-saksi tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkatnya, Kamis (15/8).

Keenam saksi tersebut adalah Kusnin, M Rustam Effendi, Bennt Crisnawan, Dyah Purnamaningsih, Musriyono, dan Adi Wicaksono. Mereka saat ini menjadi Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dari pihak swasta Sendy Perico (SPE)," Febri menambahkan.

Sendy adalah pengusaha yang berperkara perdata di PN Jakbar. Menjelang sidang tuntutan, ia bersama pengacaranya Alfin Suherman kemudian menyuap Agus Winoto untuk mempengaruhi tuntutan jaksa terhadap pihak yang ia gugat.

Rabu (14/8) kemarin, penyidik KPK juga mengagendakan pemeriksaan empat saksi untuk tersangka Sendy. Mereka adalah Jaksa Fungsional di Badiklat Kejagung M Zahroel Ramadhana, Jaksa Fungsional pada Kejati DKI Jakarta Yadi Herdiantor, Jaksa Arih Wira Suranta, dan Kasi Kamnegtibum dan TPU Kejati DKI Jakarta Yuniar Sinar Pamungkas.

Namun, para saksi tidak memenuhi panggilan. Sampai saat ini, penyidik KPK belum menerima informasi alasan ketidakhadiran mereka. "Penyidik akan mempertimbangkan memanggil kembali sesuai kebutuhan penanganan perkara," ujar Febri.

Dalam kasus ini, Agus Winoto, Sendy Perico, dan Alfin Suherman ditetapkan sebagai tersangka. KPK menduga Agus diduga menerima suap Rp 200 juta dari Sendy dan Alfin.

Agus Winoto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11‎ Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan Alfin dan Sendy sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top