Suap Impor Bawang

Dalami Suap Nyoman Dhamantra, KPK Geledah 5 Lokasi di Tiga Kota

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim KPK kembali melakukan penggeledahan untuk mendalami kasus suap impor bawang putih yang menjerat anggota DPR I Nyoman Dhamantra.

"Setelah melakukan serangkaian penggeledahan di 11 lokasi sejak Jumat (9/8), hari ini dua tim secara paralel ditugaskan di Jakarta dan Bandung untuk melakukan penggeledahan di 5 lokasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (14/8).

Febri memaparkan, kelima lokasi berada di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bandung. Di Kabupaten Bogor, tim KPK menyisir rumah tersangka Elviyanto di wilayah Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri.

Untuk di Jakarta ada dua lokasi, yakni PT Pertani (Persero), dan tempat tinggal saksi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Terakhir, KPK menggeledah dua lokasi di Bandung, yaitu rumah saksi di Katapang Indah Residence dan rumah tersangka Doddy Wahyudi di Cipahit.

Febri menambahkan, dari penggeledahan tersebut KPK menyita sejumlah barang bukti. "KPK melakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait pengurusan impor bawang putih dan barang bukti elektronik," katanya.

Dalam kasus ini, selain Nyoman KPK juga menjerat lima orang lainnya. Mereka adalah Mirawati Basri selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto orang dekat Nyoman, dan tiga pihak swasta yakni Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Nyoman diduga meminta fee Rp 3,6 miliar dan Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan, termasuk perusahaan miliki Afung.

Dari komitmen fee tersebut, politikus PDIP itu diduga sudah menerima Rp 2 miliar yang dikirim oleh Doddy ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Uang tersebut rencananya untuk mengurus surat persetujuan impor atau SPI. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top