Suap Pengapalan Pupuk

Politikus Bowo Sidik Didakwa Terima Suap Rp 2,6 Miliar dari Humpuss

publicanews - berita politik & hukumAnggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/8). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso didakwa menerima suap 163.733 dollar Amerika Serikat dan Rp 311 juta. Suap tersebut berasal dari Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono dan Manager Marketing Asty Winasty.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut sebagai pegawai negeri atau penyelenggara negara," kata Jaksa KPK Kiki Ahmad Yani saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Jakarta, Rabu (14/8).

Jaksa menambahkan, uang tersebut diterima secara langsung oleh Bowo‎ atau melalui orang kepercayaannya, M Indung Adriani. Penerimaan uang ini, ujar Jaksa Kiki, bertentangan dengan undang-undang yang mengatakan penyelenggara negara dilarang untuk menerima apapun dari pihak manapun.

Penyuap Bowo Sidik Dituntut 2 Tahun Penjara

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabata‎nnya," Jaksa menjelaskan.

Bowo diduga menerima suap ‎dengan total Rp 2,6 miliar lebih itu untuk membantu HTK mendapatkan kontrak kerja sama sewa kapal untuk pengangkutan pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Kontrak diantara kedua perusahaan telah diputus atau berhenti.

Jaksa mendakwa Bowo telah melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Nomor 20 Tahun 2001 tentang‎ Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 ‎Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top