Suap Pesawat Garuda

KPK Kembali Panggil Sallyawati Rahardja, Orang Kepercayaan Soetikno

publicanews - berita politik & hukumSallyawati Rahardja. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Manager Administrasi & Finance Connaught Internasional Pte. Ltd, Sallyawati Rahardja, kembali masuk daftar saksi penyidik KPK. Orang kepercayaan tersangka Soetikno Soedarjo ini akan diperiksa dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus bermesin Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero).

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (14/8).

Sementara saksi lain, yakni PNS Kantor BPN Jakarta Selatan Aries Afrian Zain, dimintai keterangan sebagai saksi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedardjo.

Dalam kasus suap di Garuda, Emir dan Tikno diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya mencapai lebih dari 4 juta dollar AS atau setara dengan Rp 52 miliar dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce. Pemberian suap melalui Tikno dalam kapasitasnya sebagai beneficial owner Connaught International Pte. Ltd.

Suap diduga terjadi selama Emir menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014.

Dari hasil pengembangan, KPK kembali menetapkan Emir dan Tikno sebagai tersangka kasus TPPU. Emirsyah diduga membeli rumah di Pondok Indah senilai Rp 5,79 miliar. Emir juga diduga mengirimkan uang ke rekening perusahaannya di Singapura sebanyak 680 ribu dollar AS dan 1,02 juta Euro.

Termasuk, melunasi apartemennya di Singapura seharga 1,2 juta dollar Singapura. Uang itu berasal dari fee atas sejumlah proyek di PT Garuda.

Emirsyah dan Soetikno diduga melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top