Suap Impor Bawang

KPK Geledah Rumah dan Kantor Orang Kepercayaan Nyoman Dhamantra

publicanews - berita politik & hukumNyoman Dhamantra. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lagi, KPK melakukan penggeledahan untuk mendalami kasus dugaan suap impor bawang putih. Hari ini, ada tiga lokasi di Jakarta yang disisir, setelah beberapa hari sebelumnya KPK menggeledah delapan tempat.

Tiga lokasi tersebut yaitu rumah tersangka Mirawati Basri di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kemudian kantor Mirawati di Asia Tech, Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Lalu rumah tersangka Zulfikar di Apartemen Cosmo Park, Thamrin City, Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK menemukan cukup banyak dokumen terkait dengan impor bawang putih.

"Sehingga kami sita dokumen itu dan juga sejumlah barang bukti elektronik, seperti data-data di laptop dan informasi lain yang terkait," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan anggota DPR Komisi I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Mereka adalah Elviyanto, swasta Chandry Suanda alias Afung, dan Doddy Wahyudi.

Nyoman diduga meminta fee Rp 3,6 miliar dan Rp 1,700 hingga Rp 1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan, termasuk perusahaan Afung.

Dari komitmen fee tersebut, Nyoman diduga sudah menerima Rp 2 miliar yang dikirim oleh Doddy ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Uang tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus surat persetujuan impor. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top