Megakorupsi e-KTP

Miryam Haryani dan Tiga Orang Jadi Tersangka Baru

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Saut Situmorang didampingi Jubir Febri Diansyah mengumumkan empat tersangka baru korupsi e-KTP di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan empat orang sekaligus sebagai tersangka baru kasus megakorupsi pengadaan paket Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (KTP Elektronik) tahun 2011-2013 pada Kementerian Dalam Negeri.

"KPK kemudian meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan empat orang sebagai tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8) sore.

Ke empat tersangka tersebut adalah anggota DPR 2014-2019 Miryam S Haryani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya, Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Elektronik dari BPPT Husni Fahmi, serta Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos.

"Empat orang tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP," ujar Saut.

Sebelumya KPK telah memproses 8 orang tersangka. Tujuh diantaranya telah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor dan satu orang sedang proses persidangan. Mereka terdiri dari 3 kluster, yakni unsur politisi, pejabat di Kemendagri, dan swasta.

Mereka adalah Irman dan Sugiharto yang masing-masing divonis 15 tahun penjara. Kemudian Ketua DPR Setya Novanto yang juga diganjar 15 tahun penjara, serta pengusaha Andi Narogong dengan 13 tahun penjara.

Kemudian Anang Sugiana Sudihardjo dengan 6 tahun penjara. Sedangkan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Massagung masing-masing 10 tahun penjara. 

Terbaru, KPK baru saja melimpahkan berkas anggota DPR Markus Nari. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top