Suap Importasi Bawang

Belum Terima Surat Panggilan KPK, Fauzih Amro Mangkir

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota Komisi V Fauzih Amro urung diperiksa tim penyidik KPK. Sedianya, politisi Nasdem itu akan dimintai keterangan sebagai saksi korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2016 dengan tersangka Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya, Hong Artha.

"Kita memanggil Fauzih Amro anggota komisi V DPR RI, tetapi yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan yang bersangkutan tidak menerima surat panggilan," ujar Plh Kabiro Humas KPK Chrystelina GS di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/8).

Atas ketidakhadirannya ini, maka KPK akan melakukan penjadwalan ulang.

Dalam perkara ini Hong Artha diduga menjadi salah satu pihak yang turut memberikan uang kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran H Mustary dan Damayanti. Hong menyerahkannya dalam dua tahap, masing-masing Rp 8 miliar pada Juli 2015 dan Rp 2,6 miliar pada Agustus 2015. Sementara kepada Damayanti, ia menyerahkan Rp 1 miliar pada November 2015. 

Atas perbuatannya tersebut, KPK menjerat Hong Artha dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top