Suap Proyek PLTU Riau-1

Dirawat di RSPAD, Penahanan Idrus Marham Dibantarkan

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Terdakwa kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 Idrus Marham dibantarkan penahanannya karena sakit. Jubir KPK Febri Diansyah telah mengonfirmasi kabar tersebut.

"Benar, dirawat di RSPAD sejak 8 Agustus 2019 sesuai dengan arahan dokter di RSPAD," ujar Febri melalui pesan tertulisnya, Senin (12/8).

Febri mengatakan, mantan Sekjen Partai Golkar itu mengeluh sakit setelah diperiks oleh dokter di KPK. Karena perlu penanganan lebih lanjut, Idrus akhirnya dirujuk ke RSPAD.

Berdasarkan arahan dokter Idrus menjalani rawat inap sejak 8 Agustus 2019 tersebut. Febri menambahkan, KPK segera mengirimkan surat ke MA untuk pembantaran karena Idrus sudah menjadi tanggung jawab MA lantaran masih proses kasasi

"Selama rawat inap, status penahanan yang bersangkutan dalam pembantaran," ujar Febri. Mantan Menteri Sosial itu akan dibawa kembali ke tahanan setelah proses di RSPAD selesai.

Diketahui dalam kasus suap tersebut, hukuman Idrus diperberat oleh Kejati DKI menjadi 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis ini lebih tinggi dua tahun dibandingkan hukuman Pengadilan Tipikor Jakarta. Saat itu majelis hakim memvonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan.

Idrus terbukti bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo sebesar Rp 2,25 miliar. Suap untuk memuluskan langkah Kotjo mendapat tender pembangkit listrik yang berlokasi di Peranap, Indragiri Hulu, Riau, itu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top