Kasus suap Impor Bawang

KPK Geledah Ruang Kerja Nyoman Dhamantra

publicanews - berita politik & hukumAnggota Komisi VII dari Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra ditahan KPK seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (10/8). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Satgas KPK kembali melakukan penggeledahan untuk mendalami kasus dugaan suap impor bawang putih yang menjerat anggota DPR Komisi VI I Nyoman Dhamantra. Sebelumnya pada Jumat dan Sabtu KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.

"Hari ini dilakukan penggeledahan di 3 lokasi," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Senin (12/8).

Adapun tiga lokasi yang digeledah adalah ruang kerja Nyoman di Gedung DPR, ruang Dirjen Perdagangan LN Kemndag RI dan ruang Dirjen Holtikultura Kementan RI. Febri menambahkan penggeledahan hingga saat ini masih berlangsung.

"Sejauh ini diamankan sejumlah dokumen terkait dengan impor yang jadi kewenangan Kementan dan Kemendag," ujar Febri.

Dalam perkara ini, politisi PDIP itu diduga telah menerima fee sekitar Rp 2 miliar dari total komitmen fee sebesar Rp3,6 miliar. Adapun, besaran fee yang diminta Nyoman yakni Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram untuk pengurusan izin impor 20.000 ton bawang putih yang akan masuk ke Indonesia. 

Duit Rp 2 miliar yang sudah didapat Nyoman itu rencananya akan digunakan untuk mengurus surat persetujuan impor (SPI). Suap tersebut berasal dari Chandry Suanda alias Afung sang pemilik PT Cahaya Sakti Agro. 

Dalam aksinya, Afung mentransfer uang tersebut melalaui Doddy Wahyudi ke perusahaan money changer milik Nyoman PT Indocev. 

Selanjutnya, proses suap untuk pengurusan bawang putih tersebut juga dibantu oleh Zulfikar, Elviyanto, dan Mirawati. Keempatnya diduga mempunyai peran masing-masing dalam memuluskan izin impor komoditas hortikultura itu. (Han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top