Kasus Suap Impor Bawang Putih

KPK Segel Ruang Kementan dan Kemendag

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Dalami kasus dugaan suap impor bawang putih yang menjerat anggota DPR Komisi VI I Nyoman Dhamantra, KPK melakukan sejumlah penggeledahan pada Jumat dan Sabtu kemarin.

Plh Kabiro Humas KPK Chrystelina G.S mengatakan pada Jumat (9/8), tim melakukan penyegelan dan penggeledahan di Money Changer Indocev.

"Dan penyegelan beberapa ruang di Kemendag dan Kementan," ujar Chrystelina saat dikonfirmasi, Senin (12/8).

Kemudian pada Sabtu (10/8), tim melanjutkan penggeledahan di apartemen milik politisi PDIP itu yang berlokasi di Permata Hijau serta rumah anak Nyoman di daerah Cilandak, Jakarta.

"Hasil penggeledahan, dokumen dan beberapa barang bukti elektronik disita," Chrystelina menambahkan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan anggota DPR RI Komisi VI I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Selain Nyoman, KPK juga menjerat lima orang lainnya dalam kasus ini.

Para tersangka yaitui Mirawati Basri (MBS) selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto (ELV) orang dekat Nyoman, dan tiga pihak swasta yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

Nyoman diduga meminta fee sebesar Rp 3.6 miliar dan Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung.

Dari komitmen fee tersebut, Nyoman diduga sudah menerima Rp 2 miliar yang dikirim oleh Doddy ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Uang Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus surat persetujuan impor (SPI). (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top