KPK Panggil Irjen Kemenkeu Sumiyati Untuk Kasus Suap Kapal Patroli

publicanews - berita politik & hukumIrjen Kemenkeu Sumiyati. (Foto: Kemenkeu.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK mengadendakan pemeriksaan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sumiyati dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal patroli di dua kementerian. Keduanya adalah Ditjen Bea Cukai (DJB) Kemenkeu dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sumiyatidimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Istadi Prahastanto (IPR) pada DJB. "Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka IPR," ujar Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (9/8)

Pada 21 Mei 2019, KPK telah menetapkan empat tersangka kasus rasuah pengadaan kapal ini. Dalam kasus pengadaan 16 unit Kapal Patroli Cepat pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan DBJ Tahun Anggaran 2013-2015, ada tiga tersangka. Mereka yaitu PPK Istadi Prahastanto, Ketua Panitia Lelang Heru Sumarwanto, dan Direktur Utama Daya Radar Utama Amir Gunawan. Dalam perkara ini terdapat kerugian negara sebesar Rp 117,7 miliar.

KPK Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Pengadaan Kapal Bea Cukai dan KKP

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kemudian dalam kasus pembangunan 4 unit kapal 60 meter untuk SKPI pada Ditjen Pengawasan Sumber Daya KKP Tahun Anggaran 2012-2016 ditetapkan dua tersangka. Keduanya adalah PPK Aris Rustandi dan Amir Gunawan. Dari kasus di KKP ini, KPK menaksir kerugian keuangan negara sebesar Rp 61,5 miliar.

Atas perbuatannya, Aris dan Amir disangkakan melanggar pasal yang sama dengan para tersangka kasus di Ditjen Bewa Cukai. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top