OTT KPK

Nyoman Dhamantra Tinggalkan Kongres PDIP, Alasannya Mertua Sakit

publicanews - berita politik & hukumPolitikus PDIP Nyoman Dhamantra. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (7/8) malam, politikus PDIP Nyoman Dhamantra sedang di atas pesawat dari Jakarta menuju Bali. Ia sedianya hendak mengikuti Kongres V PDIP yang dibuka Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Koleganya, Ketua Badan Hukum DPP PDIP Junimart Girsang mengatakan, ia satu pesawat dengan anggota Komisi VI DPR itu. Ia bahkan satu mobil menuju Hotel Hyatt Bali setiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Mereka sama-sama menginap di sana.

"Sampai pagi enggak ada masalah dengan beliau. Saya satu pesawat, dari Ngurah Rai satu mobil ke Bali Hyatt sama-sama check-in. Beliau enggak ada bicara apa-apa, santai," kata Junimart kepada wartawan di arena Kongres V PDIP, Kamis (8/8) siang.

Oleh karena itu, pengcara senior tersebut kaget mendapat kabar Dhamantra diamankan KPK karena diduga terlibat dalam kasus suap impor bawang putih. Sampai pukul 12.40 Wita tadi Junimart masih berkomunikasi dengan Dhamantra.

Dhamantra, Junimart menambahkan, kemudian pamit dari Kongres dengan alasan mendapat kabar mertuanya sakit.

Breaking News: KPK Amankan Anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra

Menurut Jubir KPK Febri Diansyah, Dhamantra dijemput tim pengamanan KPK dari Bandara Cengkareng, Tangerang. Lalu dibawa ke Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB.

Keterkejutan sama dilontarkan oleh Ketua Steering Committee Kongres PDIP Djarot Saiful Hidayat. Meskipun mengaku belum mendengar ihwal keterlibatan Dhamantra dalam dugaan suap importasi bawang, ia menyesalkan kasus ini.

Ia mengingatkan bahwa Ketua Umum Megawati pada Rabu (7/8) malam sudah mengingatkan para kader untuk tidak menyalahgunakan wewenang atau melakukan korupsi.

"Kalau masih ada yang seperti itu, itu bukan kader kita," kata Djarot di sela Kongres PDIP di Sanur, Bali. "Kalau memang dia anu (korupsi), pecat sekarang juga," ia menegaskan.

Dhamantra diamankan menyusul penangkapan asistennya bersama 10 orang lainnya dalam operasi senyap. Sang asisten kepergok membawa sejumlah uang dan bukti transfer yang jumlahnya masih dihitung KPK. (ian/han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top