Jual Beli Kemenag

Haris Hasanuddin Divonis Lebih Berat Ketimbang Muafaq, JC Ditolak

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Berbeda dengan Kepala Kantor Agama Gresik Muhammad Muafaq Wirhadi, terdakwa Haris Hasanuddin divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Putusan tersebut 5 bulan dibanding sesama penyuap eks Ketua Umum PPP Romahurmizy (Rommy) itu.

"Menyatakan terdakwa Haris Hasanudin telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 2 tahun denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Hakim Ketua Hastoko di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (7/8).

Juga tak seperti Muafaq, hakim menolak pengajuan Kakanwil Kemenag Jatim itu untuk menjadi justice collaboratore (JC). Hal ini serupa dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK.

Hakim meyakini Haris memberikan suap Rp 255 juta kepada Rommy untuk memuluskan keinginannya menjadi Kakanwil. Faktor inilah yang dinilai hakim sebagai pertimbangan yang memberatkan.

"Untuk hal yang meringankan, terdakwa belum pernah menjalani proses hukum," ujar Hastoko.

Proses pengangkatan Haris dalam jabatan itu sempat terhambat lantaran pernah mendapatkan sanksi disiplin selama satu tahun pada 2016. Haris kemudian menemui Rommy di rumahnya, Jalan Batuampar 3 No.04, Kelurahan Batuampar, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, dan menyerahkanuang Rp 5 juta.

Haris kembali menemui Rommy dengan memberikan Rp 250 juta agar membantu pengangkatannya.

Hakim menilai Haris melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top