Duo Tokoh Utama Kasus Korupsi Garuda Diperiksa Bareng, Ditahan?

publicanews - berita politik & hukumEmirsyah Satar (kanan) dan pengacaranya seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada 17 Fenruari 2017. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Duo terduga pelaku utama kasus korupsi pengadaan 50 unit pesawat di PT Garuda Indonesia diperiksa berbarengan oleh KPK hari ini. Mereka adalah Dirut Garuda 2005-2014 Emirsyah Satar dan penyuapnya Soetikno Soedarjo.

Pemeriksaan keduanya secara bersamaan ini menimbulkan spekulasi bahwa KPK akan menahan mereka sesudahnya. Apalagi keduanya sudah bolak-balik diperiksa dan Emir terlah menjadi tersangka sejak 19 Januari 2017.

Ketika hal ini dikonfirmasi, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan tak berwenang memastikan kabar tersebut.

"Untuk penahanan, nanti tergantung pada kebutuhan penyidik dan apakah memenuhi syarat objektif dan subjektif (ditahan) dalam perkara ini sesuai KUHAP," ujar Febri, Rabu (7/8).

Dapatkan Dokumen dari 'KPK Inggris', KPK Segera Tuntaskan Kasus Emirsyah Satar

Penyidikan KPK akhir-akhir ini mengarah pada dugaan aliran dana lintas negara, transaksi ini melalui puluhan rekening yang ada di luar negeri.

KPK menyangka Emir menerima 2 juta dollar AS dan 2 juta dolar lagi dalam bentuk barang dari Rolls-Royce Plc, produsen mesin otomotif --termasuk mesin pesawat-- Inggris, melalui Connaught International Pte. Ltd yang berbasis di Singapura. Connaught adalah perusahaan yang mewakili Roll-Royce di Indonesia itu adalah milik Tikno.

KPK telah menyita sebuah rumah milik Emir di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, seharga Rp 8,5 miliar. Diduga pembelian rumah tersebut berasal dari uang yang digelontorkan Tikno, yang akrab disapa Bro SS. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top