Suap Dana Hibah KONI

Tanpa Jadwal, Mantan Pebulu Tangkis Taufik Hidayat Diperiksa KPK

publicanews - berita politik & hukumTaufik Hidayat usai diperiksa di Gedung KPK, Kamis (1/8) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tidak tercantum dalam jadwal resmi, mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat dimintai keterangan KPK. Ia menjadi staf khusus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk Asian Games 2018.

Seusai pemeriksaan sekitar 4 jam 30 menit, pukul 15.23 WIB, Taufik mengatakan penyidik menyodorkan 9 pertanyaan seputar tugasnya sebagai Staf Khusus dan Wakil Satlak Prima tersebut.

"Dimintai keterangan aja, saya Stafsus Kemenpora di 2017, 2018. Itu aja," kata menantu anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar itu, di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/8).

Soal tugasnya sebagai Wakil Ketua Satlak Prima, ia mengatakan jabatan itu ia emban sebelum menjadi stafsus.

Satlak Prima diketahui pernah muncul dalam persidangan kasus suap dana hibah Kemenpora untuk KONI, di Pengadilan Tipikor Jakarta. Terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana menyinggung soal permintaan uang Menpora Imam Nahrawi.

Menurut Mulyana, Imam pernah meminta jatah Satlak Prima. Saat itu mereka sedang meninjau pelatnas badminton. Mulyana kemudian menyerahkan uang Rp 400 juta kepada staf pribadi Menpora Miftahul Ulum melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora Supriyono.

Sumber uang Rp 400 juta itu ternyata dari terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Supriyono, yang hadir sebagai saksi, mengatakan selaku bendahara ia berinisiatif meminta uang kepada KONI dengan dalih pinjaman.

Menurut Taufik, penyidik tidak menyinggung ihwal uang Rp 400 juta tersebut, apalagi dikaitkan dengan pembagian honor anggota Satlak Prima.

"Oh enggak... enggak ditanya masalah itu sih, cuma ditanya kenal ini enggak, kenal ini enggak, ya kenal. Itu aja ya," ujar Taufik.

Sementara itu Jubir KPK Febri Diansyah menjelaskan, keterangan Taufik diperlukan untuk penyelidikan yang sedang dilakukan komisi antirasuah. Febri tidak menjelaskan kasus yang dimaksud.

"Taufik Hidayat dimintakan keterangan dalam penyelidikan sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas dan Staf Khusus di Kemenpora," kata Febri saat dikonfirmasi.

Presiden Jokowi diketahui membubarkan Satlak Prima pada Oktober 2017 ketika Asian Games tinggal 10 bulan lagi. Alasannya untuk memperendek birokrasi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top