KPK Ingatkan Bos Perusahaan Penyuap Kepala Imigrasi Mataram Kooperatif

publicanews - berita politik & hukumKepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Yusriansyah Fazrin. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tidak datang pada pemeriksaan pertama, KPK mengingatkan Komisaris PT Wisata Bahagia Lie Lindawati untuk memenuhi panggilan pada Jumat(2/8) lusa. Sedianya Lie akan dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap penyalahgunaan izin tinggal di Lingkungan Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Lie pada 1 Juli lalu mengirim surat meminta penjadwalan ulang. "KPK mengimbau saksi untuk hadir sesuai dengan tanggal pemanggilan untuk memberikan keterangan sebagai saksi," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/7).

Febri mengingatkan, sebagai warga negara yang baik Lie Lindawati memiliki kewajiban memenuhi panggilan aparat penegak hukum. "Untuk menjelaskan apa yang diketahuinya," ia menambahkan.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie dan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Yusriansyah Fazrin. Kemudian, Direktur PT Wisata Bahagia sekaligus pengelola Wyndham Sundancer Lombok Liliana Hidayat.

Kurniadie dan Yusriansyah diduga menerima suap Rp 1,2 miliar dari Liliana guna menghentikan proses hukum terhadap dua WNA Tiongkok yang bekerja di tempat Liliana. Saat itu, penyidik keimigrasian mengamankan BGW dan MK karena diduga menyalahgunakan izin tinggal.

Mereka masuk menggunakan visa turis biasa, namun nekerja di Wyndham Sundancer Lombok. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top