Suap Pengurusan DAK

KPK Panggil Tenaga Ahli dari Anggota Fraksi PAN Sukiman

publicanews - berita politik & hukumAnggota Komisi XI DPR Sukiman seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, 21 Agustus 2018. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami kasis suap pengurusan Dana Perimbangan SPBNP2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, hari ini penyidik KPK memeriksa Suherlan. Tenaga Ahli Fraksi PAN Sukiman itu menjadi saksi untuk tersangka Plt Kepala PU Kabubapten Pegunungan Arfak Natan Pasomba.

"Yang bersangkutan akan diminta keterangannya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka NPS," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (30/7).

Selain Natan Pasomba, KPK juga menetapkan tersangka kepada Sukiman. Penetapan keduanya merupakan pengembangan dari kasus OTT terhadap anggota Komisi XI DPR Amin Santono.

Rekonstruksi Suap di Rumah Sukiman Hingga Halaman Masjid

KPK menduga, selain menerima suap dalam pengurusan Dana Alokasi Khusus untuk Kabupaten Sumedang (Jawa Barat) dan Lampung Tengah, Amin bersama eks Kasie Pengembangan dan Pendanaan Kawasan dan Pemukiman Kemenkeu Yaya Purnomo juga menjadi makelar pengurusan DAK Pegunungan Arfak.

Amin, Yaya, swasta Eka Kamaluddin, dan kontraktor Ahmad Ghiast telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam kasus Kabupaten Pegunungan Arfak, KPK telah mencegah Sukiman bepergian ke luar negeri sejak Januari 2019. Penyidik menduga Sukiman menerima suap Rp 2,65 miliar dan 22 ribu dolar AS dari Natan. Rumahnya pun telah digeledah, bahkan KPK juga sudah melakukan rekonstruksi saat Sukiman menerima suap di rumahnya, Kompleks Perumahan Dinas DPR, Kalibata, Jakarta Selatan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top