Sah Penetapan Tersangka kepada Kivlan Zen

publicanews - berita politik & hukumKivlan Zen saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, 29 Mei 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hakim tunggal Achmad Guntur menolak permohonan gugatan praperadilan yang diajukan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. Guntur membacakan putusannya dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/7).

"Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Guntur dalam sidang yang tidak dihadiri Kivlan, siang ini. Dalam vonisnya Guntur menolak dalil pemohon yang menyebutkan Polda Metro Jaya telah menyalahi prosedur.

"Menimbang maka permohonan pemohon tentang penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, dan penyitaan dinyatakan tidak beralasan dan oleh karena itu permohonan pemohon patut ditolak untuk seluruhnya," ujar Guntur dalam pertimbangan keputusannya.

Pengacara Tonin Tachta berkeyakinan penetapan tersangka kliennya Kivlan cacat formil. Ia beralasan Polda Metro Jaya belum pernah mengungkap dua alat bukti saat menaikkan status Kivlan sebagai tersangka.

Kivlan dimasukkak di Rumah Tahanan Militer pada 30 Mei 2019 dini hari, setelah menjalani pemeriksaan. Ia dituding atas kepemilikan senjata ilegal dan rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu direktur lembaga survei nasional.

Polisi menjerat Kivlan dengan Undang-Undang Darurat pasal 1 ayat 1 Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api. Ancaman hukuman terhadap purnawiran jenderal bintang tiga berusia 72 tahun itu maksimal 20 tahun penjara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top