OTT Bupati Kudus

Kembali Geledah Pemkab Kudus, KPK Sita Dokumen Mutasi Jabatan

publicanews - berita politik & hukumPlt Sekretaris DPPKAD Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan (kanan) dan Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto (bertopi), usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/7) sore. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami kasus jual beli jabatan yang menjerat Bupati Muhammad Tamzil, KPK kembali menggeledah dua lokasi utama di kompleks Pemkab Kudus, Jawa Tengah. Penyisiran tersebut berlangsung sepanjang Minggu (28/7) kemarin.

"Sejak Minggu pagi, tim KPK langsung melakukan penggeledahan di dua lokasi utama di Kabupaten Kudus," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Senin (29/7).

Dua lokasi tersebut sudah digeledah KPK ketika melakukan oprasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (26/7) pekan lalu, yakni Kantor Bupati Tamzil dan Kantor Kepala Dinas PUPR dan Budpar.

KPK menyita dokumen terkait dengan kasus yang membuat Tamzil dan dua pejabat Pemkab Kudus ditahan. "Sejumlah dokumen terkait dengan mutasi-mutasi jabatan," Febri menambahkan.

Butuh Bayar Mobil, Bupati Kudus Perdagangkan Jabatan

KPK menetapkan Tamzil sebagai tersangka bersama Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Akhmad Sofyan dan Staf Khusus Bupati Agus Soeranto. Mereka bagian dari tujuh orang yang diamankan dalam OTT pekan lalu.

Dalam kasus ini, Tamzil diduga menerima suap Rp 250 juta dari Akhmad Sofyan yang ingin menjadi pejabat definitif. Sofyan menyerahkan uang melalui Agus Soeranto.

Tamzil dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Sofyan sebagai pemberi suap disangka disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top