Suap Pengapalan Pupuk

Bowo Sidik Segera Diadili

publicanews - berita politik & hukumBowo Sidik Pangarso usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap dan gratifikasi kerja sama pengapalan pupuk, Kamis (25/7), di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso akan segera menghadapi meja hijau. KPK telah merampungkan berkas penyidikan kasus suap kerja sama pengapalan pupuk antara PT Pupuk Logistik Indonesia (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

"Pelimpahan berkas dan barang bukti atas nama tersangka BSP ke penuntutan tahap kedua," ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi, Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak di Gedung KPK Jakarta, Kamis (25/7) malam.

Penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap 117 orang saksi dari berbagai unsur. "Rencananya sidang akan dilakukan di PN Jakarta Pusat," kata Yuyuk.

KPK menetapkan Bowo Sidik sebagai tersangka penerima suap bersama anak buahnya dari PT Inersia, Indung. Pemberi suapnya adalah Marketing Manager HTK Asty Winasti.

Penyidik menduga Bowo meminta fee 2 dolar AS per metrik ton atas biaya angkut kepada HTK. Diduga politikus Partai Golkar itu telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari Humpuss.

Adapun total uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari Humpuss maupun pihak lainnya sekitar Rp 8 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top