Gratifikasi Bowo Sidik

Tak Tepati Janji, Mendag Enggar Mangkir Tiga Kali

publicanews - berita politik & hukumMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Humas Kemendag)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tidak seperti janji sebelumnya, ternyata hari ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kembali mangkir dari panggilan KPK. Pemberitahuan tidak bisa datang sebagai saksi ini dikirimkan melalui surat pada Rabu (17/7) malam.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam surat berkop Kementerian Perdagangan itu disebutkan Enggar ada kegiatan di luar negeri hari ini. KPK, Febri menambahkan, menyayangkan ketidakhadiran Enggar.

Sampai kemarin sore, ujar Febri, KPK masih berpegangan pada surat Kemendag tertanggal 3 Juli, bahwa Enggar minta dijadwal ulang pada Kami (18/7) ini.

"Semestinya pejabat publik dapat memberikan contoh kepatuhan terhadap hukum. Perlu diingat, kehadiran sebagai saksi adalah kewajiban hukum sehingga semestinya ini menjadi prioritas. Apalagi sudah ada pernyataan kesediaan hadir sebelumnya," Febri menegaskan, melalui keterangan tertulis, Kamis (18/7).

Dalam surat 3 Juli lalu, sebagaimana disampaikan Febri, tertulis 'Dengan hormat kami sampaikan bahwa Bapak Enggartiasto Lukita akan memenuhi panggilan KPK sebagai saksi pada tanggal 18 Juli 2019'.

Sebelumnya KPK telah melayangkan surat panggilan pada 2 dan 8 Juli 2019. Pada kedua kesempatan tersebut politikus Partai Nasdem tersebut tidak hadir dan selalu meminta penjadwalan ulang.

Ketika dijadwalkan ulang 8 Juli 2019, Febri menjelaskan, Enggae juga beralasan sedang ada tugas kenegaraan. "Pihak Kementerian Perdagangan RI mengirimkan surat kesediaan hadir hari ini, 18 Juli 2019. Kemudian KPK mengirimkan kembali surat panggilan untuk tanggal 18 Juli 2019 tersebut," kata Febri.

Febri menyebut seluruh panggilan terhadap pak Menteri telah dikirimkan secara patut sesuai hukum acara. Rentang waktu antara surat pemanggilan dan jadwal pemeriksaan pun cukup. Untuk itu KPK menyesalkan sikap abai dari Mendag Enggar.

"Hal-hal seperti ini semestinya tidak perlu terjadi. Jangan sampai ada kesan yang kemudian muncul ke publik, ada pejabat yang menghindari proses hukum dengan berbagai alasan. Kami berharap hal itu tidak terjadi dalam konteks ini," Febri mengingatkan.

Febri menambahkan, KPK sedang membahas tindakan lebih lanjut yang dapat dilakukan untuk kebutuhan pemeriksaan terhadap Enggar yang kerap mangkir ini.

Enggar sedianya dimintai keterangan sebagai saksi tersangka Indung, staf anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Pemeriksaan untuk mendalami gratifikasi yang diterima Bowo.

KPK menduga, dari total gratifikasi sebesar Rp 8 miliar yang ditemukan penyidik, ada yang berasal dari pembahasan Peraturan Menteri Perdagangan soal importansi gula rafinasi.

"Salah satu diantaranya kami duga terkait dengan aturan tentang gula kristal rafinasi," Febri menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top