Nilai Hakim Salah Terapkan Pasal, Idrus Marham Kasasi

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham saat menjadi saksi sidang Eni Maulani Saragih dalam kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, 2 Januari 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menyusul vonis Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang memperberat hukumannya menjadi 5 tahun, terdakwa Idrus Marham menyatakan kasasi. Pengacaranya, Samsul Huda, menilai hakim pengadilan banding tidak mencermati fakta-fakta hukum yang sebenarnya.

"Kami pasti akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung karena PT DKI jakarta telah keliru dalam menerapkan hukum yang tepat untuk klien saya," kata Samsul Huda saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/7) siang.

Dalam putusannya pada 9 Juli 2019, hakim PT DKI menjatuhkan vonis 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan kepada terdakwa kasus dugaan suap dalam proyek PLTU Riau-1 itu. Vonis tersebut lebih berat dua tahun dibanding putusan Pengadilan Tipikor.

Putusan banding dibacakan majelis hakim banding yang diketuai oleh I Nyoman Sutama, dengan anggota Mohammad Zubaidi Rahmat dan Achmad Yusak.

Menurut Samsul, pengadilan banding salah menerapkan dakwaan Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomoe 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jp Pasal 55 Ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Idrus Marham Jadi 5 Tahun

Padahal, Samsul menambahkan, hakim Pengadilan Tipikor memutuskan Idrus bersalah berdasarkan dakwaan kedua, yakni Pasal 11 UU yang sama.

"Harusnya Idrus Marham dibebaskan, setidak-tidaknya diterapkan Pasal 11 karena Idrus Marham pasif dan namanya dicatut oleh Eni Saragih untuk mendapatkan uang dari Johannnes Kotjo," Samsul menjelaskan.

Dalam pengajuan kasasinya nanti, Samsul akan mengoreksi fakta-fakta yang tidak benar yang dijadikan dasar untuk memutus perkara banding.

Sementara Jaksa Penuntut Umum pada KPK Lie Putra Setiawan mengatakan putusan banding sesuai dengan tuntutan jaksa. "Tapi kami belum cek pasalnya. Semoga sama dengan tuntutan kami," kata Lie di tempat terpisah. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top