Gratifikasi Bowo Sidik

Kembali Mangkir, KPK akan Ambil Langkah Tegas Untuk Muhajidin

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Untuk ketiga kali Muhajidin Nur Hasyim mangkir dari panggilan KPK. Berdasarkan keterangan yang diperoleh KPK, adik M Nazaruddin itu sakit namun tidak melampirkan surat keterangan dokter.

KPK memperingatkan Muhajidin agar datang untuk memenuhi panggilan sebagai saksi kasus dugaan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso.

"Sampai hari ini KPK telah mengirimkan dua kali panggilan untuk jadwal 5 dan 15 Juli 2019. Dan hari ini dijadwalkan kembali karena saksi menghubungi KPK dan menyatakan kesediaan," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/7).

Atas sikap tidak kooperatif caleg Partai Gerindra tersebut, KPK akan mengambil langkah tegas bila pada pemanggilan berikutnya ia kembali tidak datang.

"Kami akan membahas lebih lanjut langkah yang perlu dan dapat diambil jika masih tidak hadir memenuhi panggilan penyidik," Febri menegaskan.

Muhajidin sedianya akan dimintai keterangan soal gratifikasi Bowo yang didapat dari proses penganggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di DPR. Politisi Partai Golkar itu diketahui menerima gratifikasi total sebesar Rp 8 miliar lebih dari sejumlah pihak.

Uang tersebut disimpan dalam 84 kardus yang kemudian dijadikan barang bukti oleh KPK. Uang ditemukan penyidik dari kantor PT Inersia, Jakarta Selatan. Rencananya Bowo menggunakan uang haram itu untuk serangan fajar pencalonannya kembali sebagai anggota DPR pada Pemilu 2019 lalu. Namun ia keburu terkena operasi tangkap tangan oleh KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top