Pengawal KPK Terima Duit Ngopi Rp 300 Ribu dari Orangnya Idrus Marham

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/7) (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Petugas keamanan KPK berinisial M mengakui menerima uang saat mengawal Idrus Marham berobat gigi di RS Metropolitan Medical Center (MMC), Jakarta Selatan. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, uang diberikan oleh seseorang, entah kerabat atau salah satu pengacara terpidana kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 itu.

"Saya enggak tahu persis yang ada di dalam video itu, tapi kami sudah lihat. Sepertinya, setelah kami periksa (M terima) sekitar Rp 300 ribu, kelihatan tuh di CCTV Rumah Sakit MMC," ujar Laode dalam keterangannya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (16/7) sore.

Pengawas Internal telah melakukan penyelidikan dan ditemukan unsur pidana. Laode menambahkan, karena kesalahan M jelas maka KPK tidak perlu menggelar sidang etik. "Ya, langsung kita melakukan pemecatan," katanya.

Menyusul kasus sogokan ini, KPK melakukan perbaikan secara internal. Laode secara tegas meminta semua pejabat untuk melakukan evaluasi terhadap sistem manajemen di tahanan agar kasus serupa tidak terulang.

"Kami serius, mulai dari Sekjen, Deputi Penindakan, karena kalau tahanan itu pengurusannya di bawah Biro Umum. Tetapi itu adalah tanggung jawab Deputi Penindakan," Laode menegaskan.

Dalam struktur KPK, tahanan jaksa merupakan tanggung jawab Direktur Penuntutan. Jika masih dalam proses penyidikan maka tahanan menjadi tanggung jawab Direktur Penyidikan.

Laode mengatakan, KPK tengah meminta tambahan personel pengamanan kepada Polri. Ia mengakui kecolongan dengan kasus ini lantaran minimnya jumlah personel. Idealnya, menurut Laode, pengawal tahanan harus lebih dari satu orang.

"Kalau dua orang saya yakin dia sungkan dengan temannya kalau misalnya dia melakukan (terima uang dari tahanan). Jadi, mulai sekarang, semua tahanan yang pergi ke pengadilan maupun berobat ndak akan dikawal oleh satu orang," Laode menandaskan.

Dalam video yang beredar di kalangan wartawan, terlihat M menerima tiga lembar uang pecahan seratus ribu rupiah. Dari rekaman yang diduga diambil di coffe shop RS MMC itu, sang pemberi lalu masuk kedai, sementara M menunggu di tempat. Kedai kopi tersebut terbuka. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top