Suap Perkara

KPK Panggil Jaksa Arih Wira Suranta Untuk Kasus Suap Agus Winoto

publicanews - berita politik & hukumAsisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta Agus Winoto seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, 29 Juni 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Jaksa Arih Wira Suranta alias Arih Ginting untuk kasus yang menjerat Asisten Pidana Umum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto. Arih, yang telah dipindahkan ke Kejati Bali, adalah satu dari tiga jaksa yang diamankan dalam OTT terhadap Agus Winoto.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AGW," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (16/7).

Arih bersama pengusaha Sendy Perico dan swasta Tjhun Tje Ming telah dicegah keluar negeri sejak 29 Juni lalu. Pencekalan ini berlaku untuk enam bulan.

Jaksa Arih adalah penuntut umum dalam kasus penggelapan dan investasi bodong yang menjerat bos Forex Surabaya Hary Suwanda dan Raymond Rawung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Kasus inilah yang diduga menjadi pangkal OTT KPK terhadap Agus Winoto pada 28 Juni lalu.

Diketahui KPK telah menetapkan tiga tersangka kasus suap pengurusan perkara penipuan investasi yang sedang diproses di PN Jakarta Barat. Mereka yakni Aspidum Kejati DKI Agus Winoto yang kemudian dipecat, Sendy Perico, dan pengacaranya Alvin Suherman.

Sendy adalah pengusaha yang sedang berperkara di PN Jakarta Barat. Dia melaporkan pihak lain yang menipu dan melarikan uang investasinya senilai Rp 11 miliar.

Bersama Alvin, Sendy menyiapkan uang suap untuk Jaksa agar memperberat tuntutan kepada pihak yang menipunya. Di tengah proses persidangan, Sendy dan terlapor melakukan perdamaian. Kemudian ia meminta jaksa merendahkan tuntutannya.

Sendy menyerahkan uang Rp 200 juta kepada Agus Winoto lewat perantara Kasubsi Penuntutan Kejati DKI Jakarta Yadi Herdianto, yang juga kemudian dipecat. Agus adalah pejabat yang berwenang untuk mengurus dokumen damai pada perkara tersebut.

Pada perkara sama, Alvin dan Sendy pun dijerat selaku tersangka oleh KPK, sementara Yadi diserahkan lembaga antirasuah itu kepada Kejaksaan Agung untuk ditangani. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top