KPK Panggil Ulang Adik Nazaruddin untuk Gratifikasi Bowo Sidik

publicanews - berita politik & hukumMuhajidin Nur Hasyim, adik M Nazaruddin, menunggu pemeriksaan kasus Wisma Atlet, Gedung KPK, Jakarta Selatan, 14 Oktober 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Muhajidin Nur Hasyim dipanggil ulang untuk menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. Adik terpidana Muhammad Nazaruddin itu sedianya menjadi saksi bagi tersangka Indung, anak buah Bowo di PT Inersia.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk IND (Indung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Senin (14/7).

Muhajidin pernah dipanggil penyidik KPK pada 5 Juli 2019 lalu, namun ia tidak datang. Ia bersama kakaknya anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir dan Nazaruddin masuk daftar saksi kasus Bowo Sidik. Hanya Nasir yang memenuhi panggilan KPK pada 1 Juli lalu.

KPK Ingatkan Nazaruddin dan Kedua Adiknya Kooperatif

KPK telah mengidentifikasi ada empat sumber gratifikasi yang diduga diterima politisi Partai Golkar itu, antara lain Dana Alokasi Khusus (DAK).

Bowo diketahui menerima gratifikasi total sebesar Rp 8 miliar lebih dari sejumlah pihak. Uang tersebut disimpan dalam 84 kardus yang kemudian dijadikan barang bukti oleh KPK. Uang ditemukan penyidik dari kantor PT Inersia, Jakarta Selatan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top