Korban Jadi Terpidana

Baiq Nuril Tak Perlu Khawatir, Jaksa Agung Tak Akan Eksekusi

publicanews - berita politik & hukumJaksa Agung M Prasetyo menerima Baiq Nuril (kerudung merah) didampingi Rieke Diah Pitaloka, di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (12/7). (Foto: Instagram/@riekediahp)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo telah memerintahkan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tidak terburu-buru mengeksekusi putusan 6 bulan penjara terhadap Baiq Nuril Maknun.

Politikus Partai Nasdem itu juga meminta Nuril untuk tidak perlu khawatir. "Sekali lagi untuk Ibu Baiq Nuril tidak perlu khawatir, tidak perlu merasa ketakutan segera dieksekusi, dimasukkan ke balik jeruji besi. Tidak," ujar Prasetyo di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (12/7).

Kejaksaan, ia menambahkan, melihat perkembangan perkara, terutama saat ini tengah diupayakan pemberian amnesti oleh Presiden Joko Widodo. "Ya, tadi itu kembali bahwa hukum bukan sekedar mencari keadilan dan kebenaran tapi kemanfaatan," kata orang nomor satu di Gedung Bundar itu.

Hari ini, Prasetyo menerima 32 surat permohonan penangguhan penahanan untuk Baiq Nuril. Surat diserahkan oleh politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka dan kuasa hukum Nuril, Joko Jumadi.

Sebelumnya Mahkamah Agung telah menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan kuasa hukum Nuril. Penolakan itu menguatkan putusan kasasi yang menghukum eks tenaga honorer SMA 7 Mataram, NTB, tersebut dengan hukuman 6 bulan kurungan dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan penjara.

Nuril dianggap bersalah melanggar UU ITE karena merekam percakapan atasannya eks Kepala Sekolah H Muslim. Namun, publik geram karena isi percakapan tersebut tidak senonoh. Banyak pihak menyebut Nuril korban pelecehan non verbal atasannya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top