Kwik Banyak Sampaikan Keterangan Tertulis Soal Macetnya Utang Sjamsul

publicanews - berita politik & hukumKwik Kian Gie usai menjalani pemeriksaan kasus dana BLBI di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) periode 1999-2000 sekaligus Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Kwik Kian Gie mengatakan ia hanya memberikan keterangan tertulis kepada penyidik KPK. Isinya menyangkut proses keluarnya Surat Keterangan Lunas untuk obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim.

Namun Kwik mengaku tidak tahu apakah keterangan yang diminta penyidik itu ntuk mendalami berkas penyidikan Sjamsul atau untuk mempelajari lebih lanjut putusan kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung.

"Semuanya sudah saya serahkan. Jadi dipelajari, selanjutnya saya tidak tahu apakah akan menggali urusan pak Sjamsul Nursalim atau sebatas pak Syafruddin saja. Oleh karena itu cepat sekali selesai (pemeriksaannya)," ujar Kwik, di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7).

Sjamsul, pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), diketahui belum melunasi dana BLBI sebesar Rp 4,8 triliun yang diterimanya. Aset yang ia dijaminkan ternyata hanya senilai Rp 200 miliar. Namun Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mengeluarkan SKL untuk obligor BDNI.

Mengenai putusan kasasi MA yang membebaskan Syafruddin, Kwik enggan mengomentari meskipun ia mengaku memiliki pendapat mengenai hal ini.

"Saya kira sangat tidak bijaksana kalau saya memberi respons tentang itu, memberi komentar tentang itu, dan untuk diri saya tidak baik lah," Kwik menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top