Senyum Baiq Nuril Terima Surat Rekomendasi Amnesti

publicanews - berita politik & hukumJumpa pers Baiq Nuril (paling kiri) pasca penolakan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung di Mataram, NTB. Jumat (5/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Baiq Nuril sudah bisa tersenyum. Harapannya untuk mendapatkan amnesti hampir menjadi kenyataan. Kamis (10/7) ini, eks tenaga honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (BRT), itu diminta datang ke Kemenkumham untuk menerima surat rekomendasi pemberian amnesti. Surat rekomendasi itu menjadi dasar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengampunan (amnesti).

"Ibu Nuril bersama Menkumham menandatangani surat rekomendasi dari Menkumham terkait dengan pemberian amnesti kepada ibu Nuril kepada Presiden Joko Widodo," ujar Direktor Program Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) yang juga kuasa hukum Baiq Nuril, Erasmus Napitupulu, siang ini, di Kantor Staf Presiden, Jakarta.

Erasmus tidak mendampingi Baiq Nuril karena sudah dijadwalkan menyampaikan petisi pertimbangan amnesti kepada Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia Jaleswari Pramodhawardhani di Kantor Staf Presiden.

Meski demikian, belum diketahui kapan surat amnesti itu akan diteken Jokowi. "Harapannya bisa segera," kata Erasmus.

Mengenai amnesti ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla optimistis segera diberikan kepada Baiq Nuril. Ia menambahkan, pemberian amnesti harus dibicarakan dengan DPR. "Karena itu pertama harus dibicarakan di DPR," katanya kemarin.

Nuril tersandung kasus pelanggaran UU ITE karena merekam tanpa izin pembicaraan eks Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram padanya. Pembicaraan yang mengandung konten asusila itu sempat tersebar karena Baiq Nuril memberikan kepada rekannya untuk dipindahkan ke laptop dan terdistribusi.

Kasasi Mahkamah Agung menguatkan vonis sebelumnya yang menghukum ibu tiga anak itu dengan hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider kurungan 3 bulan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top