Terbukti Aniaya 2 Bocah, Bahar bin Smith Dihukum 3 Tahun

publicanews - berita politik & hukumUstad Bahar bin Smith saat menjanali sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bandung - Pendakwah Bahar bin Smith dihukum 3 tahun penjara dalam sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7).

"Telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana, turut serta merampas kemerdekaan orang yang mengakibatkan luka berat di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang mengakibatkan luka berat dan melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Eddison dalam amar putusannya, siang ini.

Kedua anak yang dimaksud adalah Cahya Abdul Jabar (18) dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki (17). Penganiayaan dilakukan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin milik Bahar di kawasan Bogor pada Desember 2018.

Bahar bersalah sesuai pasal Pasal 333 ayat (2) KUHPidana dan atau Pasal 170 ayat (2) dan Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang memohon agar Bahar dihukum 6 tahun dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan penjara. Hakim Eddison juga menjatuhkan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Dalam sidang, pemimpin Majelis Pembela Rasulullah itu mengakui penganiayaan tersebut. Namun, hal itu dilakukan sebagai pembelajaran karena kedua anak tersebut menyaru sebagai Bahar saat pelesiran di Bali.

Selama sidang putusan, pendukung pendakwah berambut panjang warna pirang itu memadati depan Gedung Perpustaakan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Bandung. Polisi membatasi pendemo dengan memasang kawat berduri. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top