Korban Jadi Terpidana

Kemenkumham Sedang Susun Draf Amnesti untuk Baiq Nuril

publicanews - berita politik & hukumPertemuan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Baiq Nuril, dan Rieke Dyah Pitaloka di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Selasa (9/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kemenkumham tengah menyusun draft pemberian amnesti untuk Baiq Nuril Maknun yang akan diajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Menkumham Yasonna Laoly, amensti merupakan pilihan terbaik ketimbang Nuril mengajukan peninjauan kembali (PK) kedua.

"Kalau PK kedua, tidak ada jaminan bahwa itu akan diterima MA," ujar Yasonna H Laoly di kantornya, Jakarta, Selasa (9/7).

Sejumlah pakar dan para pejabat Kementerian Hukum dan HAM bersepakat untuk mengusulkan pemberian amnesti kepada tenaga honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu. Pemberian amnesti oleh presiden, Yasonna menambahkan, demi rasa keadilan masyarakat, terutama kepada perempuan bila berhadapan dengan kasus pelecehan atau kekerasan seksual.

"Ada anggapan, ini Nuril yang seharusnya korban malah menjadi dikorbankan. Ini kita pertimbangkan, kita jaga betul, mengapa perlu menggunakan kewenangan konstitusional presiden yaitu amnesti," politikus PDIP itu menjellaskan.

Tahap dari amnesti ini, menurut Laoly, perlu disertai dengan pertimbangan DPR sesuai Pasal 14 UUD 1945. Pertimbangan DPR ini sebagai mekanisme check and balances.

Kemarin, Nuril didamping Politikus PDIP Rieke Dyah Pitaloka menemui Laoly. Ia mengadukan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan PK dalam kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang ditudingkan padannya.

MA menolak karena menilai Nuril terbukti merekam percakapan secara ilegal dan mentransmisikan sehingga diketahui publik. Dalam putusan MA, Nuril dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE jo Pasal 45 ayat 1 UU ITE.

Sebaliknya, Nuril menegaskan bahwa ia menjadi korban pelecehan yang dilakukan Haji Muslim yang saat itu kepala sekolah. Nuril ditelepon atasannya untuk mendengarkan curhatan soal asusila. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top