Kivlan Zen Sebut Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional Sebagai Hoaks

publicanews - berita politik & hukumKivlan Zen berjalan dengan kawalan petugas kepolisian seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, 19 Juni 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun, melaporkan tiga perwira Polri ke Divisi Propam Polri. Salah satu terlapor adalah Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal.

Dasar pelaporan adalah dugaan penyebaran hoaks alias kabar bohong mengenai kepemilikan senjata api dan rencana pembunuhan oleh mantan Kepala Staf Kostrad itu.

Menurut Tonin, hoaks disampaikan saat jumpa pers pada 11 Juni 2019 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. "Pak Kivlan Zen tidak terkait dengan itu," ujar Tonin saat dihubungi media, Selasa (9/7).

Kivlan beranggapan Iqbal bersama Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi dan Kompol Pratomo Widodo telah melakukan pelanggaran etik dan penyalahgunaan wewenang atas penyebaran kabar bohong tersebut.

Menanggapi pelaporan itu, Iqbal mempersilakan Kivlan menempuh jalur hukum. "Saya selaku Kadiv Humas menyampaikan informasi. Kita serahkan kepada Propam," ujar mantan Wakapolda Jatim itu.

Ketiga perwira polisi diadukan pada 17 Juni 2019 dengan nomor SPSP2/1488/VI/2019/BAGYANDUAN. Kuasa hukum Kivlan menyertakan video pengakuan tersangka yang menyebutkan diperintah Kivlan Zen untuk melakukan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

Testimoni dalam video yang sudah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) itu menyebutkan bahwa tersangka Tajudin mendapat instruksi dari Kurniawan alias Iwan. Iwan sendiri diperintah Kivlan Zen.

Tonin menilai pengakuan tersangka itu sebagai rekayasa. Menurutnya, kesaksian tersangka dalam BAP hanya bisa diputar di pengadilan bukan untuk konsumsi publik. "Kan kebenarannya belum bisa, nanti setelah di persidangan. Itu otoriter," ia menegaskan.

Pengacara Kivlan juga akan melaporkan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Ahmad Guntur ke Komisi Yudisial. Pasalnya, hakim menunda sidang gugatan praperadilan Kivlan terhadap Polri, kemarin, dengan alasan sibuk menangani perkara lain. Akhirnya sidang ditunda 22 Juli mendatang.

Tonin mengatakan penundaan itu mendekati batas penahanan kliennya, yakni 29 Juli 2019. Ia mengancam absen dalam sidang nanti karena merasa tak ada lagi gunanya. Ia memastikan kepolisian sudah akan melimpahkan berkas Kivlan ke kejaksaan sehingga sidang praperadilan Kivlan Zen gugur. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top