Suap dan Gratifikasi

KPK Panggil Pejabat Teras Bogor Untuk Kasus Rachmat Yasin

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dalam sepekan ini KPK menggeber penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin. Hari ini penyidik memanggil lagi empat orang saksi.

Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati, pensiunan Kepala Perijinan Terpadu Udin Syamsudin, Kepala Seksi Penagihan PBB Dispenda Rahmat Mulyana, dan Bendahara Dispenda Pemkab Bogor Sri Hartati.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka RY," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (5/7).

KPK menduga bupati Bogor periode 2009-2014 itu 'mmemalak' dan 'menyunat' satuan perangkat kerja daerah (SKPD) selama menjabat Bupati Bogor, total senilai Rp 8,9 miliar. Uang tersebut kemudian digunakan Yasin untuk biaya operasional dan kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah 2013 dan Pemilihan Legislatif 2014.

Selain itu, Yasin juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor, serta satu unit dan Toyota Velfire senilai Rp 825 juta.

Terkait gratifikasi berupa tanah 20 hektare, Yasin sengaja meminta kepada anak buahnya untuk memeriksa satu bidang tanah seluas 350 hektare yang hendak dibangun untuk pondok pesantren.

Pada pertengahan 2011,Yasin melakukan kunjungan lapangan proyek pembangunan ponpes tersebut. Melalui perwakilannya, Yasin meminta bagian dan agar tanah tersebut juga dihibahkan untuknya. 

"Diduga RY mendapatkan gratifikasi agar memperlancar perizinan lokasi pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri," kata Febri.

Atas perbuatannya, Rachmat Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top