MA Putus Bebas Pelaku Aborsi Karena Dirudapaksa Kakak

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Korban rudapaksa kakak kandung hingga hamil lima bulan di Batanghari, Jambi, diputuskan bebas sekalipun ia menggugurkan anak yang dikandungnya. Pada tingkat kasasi, perkara Nomor 533 K/PID.SUS/2019 itu diputus bebas oleh hakim tunggal hakim agung Sumardjiat.

"Tolak kasasi jaksa penuntut umum pada Kejari," demikian dilansir website Mahkamah Agung, Kamis (4/7).

Kasus ini berawal pada September 2017. Korban sekaligus sang adik yang berusia 15 tahun diperkosa kakaknya yang berusia 17 tahun. Saat itu, sang kakak terpengaruh oleh film porno.

Sang adik kemudian hamil. Ibunya ikut menyarankan agar anaknya aborsi. Kasus ini kemudian masuk ke ranah hukum.

Pengadilan Negeri Muara Bulian, Batanghari, menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara dengan pelatihan kerja 3 bulan kepada korban karena terbukti melakukan aborsi.

Keputusan tersebut mengundang banyak kecaman. Korban rudapaksa yang masih di bawah umur itu mengajukan banding.

Pengadilan Tinggi (PT) Jambi memberi keputusan bebas. Hakim PT berpandangan bahwa aborsi dilakukan karena pelaku sekaligus korban dalam kondisi daya paksa. Sebaliknya, jaksa melayangkan kasasi.

Dalam kasus ini, pelaku rudapaksa terhadap adik dihukum 2 tahun penjara dan 3 bulan pelatihan kerja. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. agungistri @ayuistriraka05 Agustus 2019 | 20:35:00

    Min, ada link atau nomor putusan MA nya ngg?

Back to Top