Suap Perkara

KPK Apresiasi Kejagung yang Mencopot Jabatan Aspidum Agus Winoto

publicanews - berita politik & hukumAspidum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto usai resmi ditahan KPK (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kejaksaan Agung akhirnya mencopot jabatan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto. KPK mengapresiasi langkah tersebut.

KPK menangkap tangan Agus Winoto saat menerima suap dari Yadi Herdianto yang dimintai bantuan oleh pengusaha Sendy Pericho dan pengacaranya Alfin Suherman di Kejati DKI pada Jumat (29/6) pekan lalu.

"KPK tetap menghargai Kejaksaan dalam melakukan beberapa langkah tersebut. Kami menyimak penyampaian informasi dari Kejaksaan Agung. Saya kira tindakan cepat yang dilakukan tersebut memang perlu dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/7).

Selain Agus Winoto, dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan Yadi dan Yuniar Sinar Pamungkas. Keduanya juga jaksa dan turut dicopot dari jabatannya. Yuniar adalah Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum Tindak Pidana Umum Lain, sementara Yadi menjabat Kepala Subseksi Penuntutan.

Febri mengatakan, kedua pejabat Kejati DKI Jakarta tersebut memang tidak masuk kualifikasi sebagai tersangka, meskipun turut terjaring bersama seorang pengacara

"Kapasitas mereka adalah sebagai saksi. Sebagai penegak hukum, KPK ataupun Kejaksaan tentu juga tidak boleh memaksakan orang-orang tertentu untuk menjadi tersangka padahal perbuatan mereka tidak demikian," Febri menjelaskan.

Kerja sama KPK dan Kejaksaan, ie menambahkan, sangat penting untuk terus diperkuat, baik untuk pencegahan korupsi ataupun koordinasi dan supervisi kasus-kasus di daerah yang sedang berjalan saat ini.

Dalam kasus yang menjerat Agus Winoto ini KPK juga membutuhkan kerja sama Kejagung. Misalnya, untuk pendalaman bukti-bukti dokumen dan pemeriksaan saksi dari Kejaksaan.

"Saya kira dari konferensi pers kejaksaan tadi (tentang pencopotan Agus Winoto) sudah disampaikan bahwa KPK dan Kejaksaan akan saling bekerja sama," Febri menandaskan.

KPK menetapkan Agus Winoto sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Suap berawal saat Sendy melaporkan pihak lain yang menipu dan melarikan uang investasinya sebesar Rp 11 miliar. Sebelum tuntutan dibacakan, Sendy dan Alfin telah menyiapkan uang untuk Jaksa Penuntut Umum agar memperberat tuntutan kepada terlapor, yakni pihak yang menipu Sendy.

Saat persidangan berlangsung, Sendy dan terlapor memutuskan berdamai. Setelah proses perdamaian rampung, pada 22 Mei 2019, terlapor meminta Sendy untuk meringankan tuntutannya, yakni satu tahun penjara.

Alfin kemudian melakukan pendekatan kepada jaksa melalui seorang perantara. Hingga akhirnya terjadilan penyerahan uang Rp 200 juta itu kepada Aspidum Agus Winoto.

Agus Winoto selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11‎ Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Adapun Alfin dan Sendy selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top