Kasus Gula Rafinasi

Tak Penuhi Panggilan, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Mendag Enggartiasto

publicanews - berita politik & hukumMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tak memenuhi panggilan KPK hari ini. Sedianya Enggar akan dimintai keterangan untuk kasus gratifikasi anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah menerima surat dari Kementerian Perdagangan soal ketidakhadiran politisi Partai Nasdem tersebut.

"Yang bersangkutan sedang berada di luar negeri sehingga meminta penjadwalan ulang," ujar Febri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/7).

KPK menjadwal ulang pemeriksaan mantan politikus Partai Golkar itu pada 8 Juli mendatang. KPK, Febri menambahkan, mengimbau Enggar untuk memenuhi panggilan.

"KPK berharap pada waktu tersebut Saksi datang memenuhi panggilan penyidik dan menjelaskan secara terbuka informasi terkait perkara ini," Febri menandaskan.

Ganti Pengacara, Bowo Sidik Merevisi Nama Enggartiasto

Bowo merupakan tersangka kasus dugaan suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Diduga, Bowo Sidik menerima tujuh kali hadiah atau suap dari Humpuss dengan nilai total Rp 1,5 miliar.

Selain suap, Bowo juga diduga menerima gratifikasi dari Humpuss dan pihak lainnya sebesar Rp 8 miliar. Uang tersebut digunakan Bowo untuk serangan fajar pada pemilu kemarin.

Pengacara Bowo, Saut Edward Rajagukguk, pernah mengatakan bahwa uang 'serangan fajar' tersebut antara lain berasal dari Mendag Enggartiasto. Bowo juga pernah menyampaikan bahwa Rp 2 miliar diantara barang bukti gratifikasi itu dari Enggar.

Pengacaranya yang baru Humisar Sahala Panjaitan kemudian 'merevisi' keterangan tersebut.

Pada 29 April 2019, tim KPK menggeledah ruang kerja Enggar dan menyita sejumlah dokumen terkait perdagangan gula. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top