Dalami Kasus Korupsi Pengadaan Kapal, KPK Panggil Tiga Saksi

publicanews - berita politik & hukumKapal Pengawas Perikanan milik KKP yang baru dilepas oleh Menteri Susi Pudjiastuti. (Foto: KKP/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan kapal di dua institusi pemerintah, KPK memanggil tiga saksi untuk berkas tersangka Dirut PT Daya Radar Utama (DRU) Amir Gunawan.

Adapun tiga saksi yang dimintai keterangan yakni staf Pengembangan Sistem Pemantauan pada Ditjen Pengawasan Sumber Daya (PSDKP) KKP Andrik Yulianto, Kasubdit Infrastruktur Direktorat Pemantauan dan Peningkatan Infrastruktur Ditjen PSDKP KKP Aris Rustandi, dan karyawan DRU Yudo Haryono.

"Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa tiga orang saksi untuk tersangka AMG terkait tindak pidana korupsi pengadaan kapal di dua institusi pemerintah, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (27/6).

Pada 21 Mei 2019 lalu, KPK telah menetapkan empat tersangka. Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 16 unit Kapal Patroli Cepat pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Tahun Anggaran 2013-2015 ada tiga tersangka. Mereka yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Istadi Prahastanto, Ketua Panitia Lelang Heru Sumarwanto, dan Amir Gunawan.

KPK Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Pengadaan Kapal Bea Cukai dan KKP

Dalam perkara ini, terdapat kerugian negara mencapai Rp 117,7 miliar. Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kemudian dalam kasus pembangunan 4 unit kapal 60 meter untuk SKPI pada Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Tahun Anggaran 2012-2016 ditetapkan dua tersangka, yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aris Rustandi (ARS) dan Amir Gunawan. Dalam kedua kasus di atas, Amir ditetapkan sebagai tersangka.

Dari kasus di KKP ini, KPK menaksir kerugian keuangan negara sebesar Rp 61,5 miliar lebih.

Atas perbuatannya, Aris dan Amir disangkakan melanggar pasal yang sama dengan para tersangka kasus di Ditjen Bewa Cukai. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top